Sunday, 25 September 2011

Injit injit semut

Salam...ambe nok cite pasal semut


Letak sekejab je makanan..pastu marilah deme ni...

Ntah mari mane ...



Namun, ini antara kehebatan semut...




SEMUT DAN JEJAK BAU
Teknik komunikasi dengan jejak (mengikuti jejak bau) sering digunakan oleh semut. Banyak contoh yang menarik dalam hal ini:

Semut yang menemukan sumber makanan meninggalkan jejak senyawa kimia di tanah melalui sengat pada bokongnya. Jejak yang dibuatnya membantu teman-temannya menemukan sumber makanan.
Suatu spesies semut yang hidup di gurun pasir di Amerika menge-luarkan bau khusus yang diproduksi di kantung racunnya jika ia menemukan serangga mati yang terlalu besar atau berat untuk di-bawanya. Teman-temannya sesarang dari jauh dapat mencium bau yang dikeluarkan dan mendekati sumbernya. Ketika jumlah semut yang berkumpul di sekitar mangsa sudah cukup, mereka membawa serangga tersebut ke sarang.
Ketika semut api berpisah untuk mencari makanan, mereka meng-ikuti jejak bau selama beberapa lama, lalu akhirnya berpisah dan mencari makanan masing-masing. Sikap semut api berubah jika sudah mene-mukan makanan. Kalau menemukan makanan, semut api kembali ke sarang dengan berjalan lebih lambat dan tubuhnya dekat dengan tanah. Ia menonjolkan sengatnya pada interval tertentu dan ujung sengat menyentuh tanah seperti pensil menggambar garis tipis. Demikianlah semut api meninggalkan jejak yang menuju ke makanan.



Marilah kita perhatikan 2 kisah berikut:

Dari Abu Hurairah ra, Rosulullah bersabda, "Ada salah seorang Nabi yang singgah di bawah pohon lalu digigit oleh seekor semut. Kemudian ia membinasakannya dan mencari tempat persembunyian semut tersebut. Setelah itu, ia menyuruh untuk membakar tempat tinggal semut tersebut. Kemudian Allah menanyakan kepadanya, "Apakah hanya karena gigitan seekor semut engkau membakar satu umat yang senantiasa bertasbih, mengapa tidak satu semut saja yang engkau bunuh?" (Shahih, HR. Bukhari dan yang lainnya)

Dalam kisah yang lain, Ahmad menceritakan bahwa Waki' memberitahukan kami, Mus'ir memberitahukan kami, dari Zaid Al-Ami, dari Abu Shadiq Al-Naji. Dia bercerita, Sulaiman bin Dawud pernah hendak pergi mencari air (maksudnya sholat Istisqo', meminta hujan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala), lalu ia melihat seekor semut dengan bersandar ke punggungnya dan mengangkat ke dua kaki depannya ke langit mengucapkan, "Sesungguhnya kami adalah satu mahluk dari mahluk-mahlukMu, kami sangat butuh siraman dan rejekiMu. Baik Engkau akan mengucurkan air dan rejeki kepada kami atau membinasakan kami." Kemudian Sulaiman bertutur (kepada kaumnya), "Kembalilah pulang, kalian akan diberi air (hujan) melalui doa dari mahluk selain kalian" (HR. Imam Ahmad)

Dari 2 kisah tadi, Maha Suci Allah, Allah telah memberi petunjuk kepada semut untuk senantiasa bertasbih kepadaNya. Ketika semut membutuhkan bantuan dan pertolongan, ia meminta kepada Allah semata. Lalu bagaimana dengan kita yang merupakan mahluk yang paling baik yang telah diciptakan Allah? Kita senantiasa melupakan Allah karena terlena dengan kenikmatan dunia, jarang bersyukur atas karuniaNya, serta jarang berdoa kepadaNya. Sebagian besar di antara kita masih saja menyekutukan Allah dengan meminta bantuan kepada jin, tukang sihir, paranormal, orang yang telah meninggal, tempat atau benda yang dianggap keramat. Bahkan ketika tertimpa musibah bencana alam sebagian kita tetap saja melakukan ritual yang tidak ada dalam ajaran Islam serta menyekutukan Allah.

Hendaknya kita sebagai manusia merasa malu kepada semut yang selama ini kita anggap sepele, apalagi kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu a'lam ....

Sumber:
http://www.eramuslim.com/



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...